Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Gambar wajah yang beredar di media sosial dan disebut sebagai pelaku diduga sengaja disebarkan untuk menyesatkan informasi publik serta mengganggu penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS.
Folksides.com – Foto wajah yang beredar di media sosial dan disebut sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dipastikan tidak benar. Kepolisian menyatakan gambar tersebut merupakan informasi palsu yang diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa foto yang viral di berbagai platform media sosial itu bukanlah identitas pelaku yang sebenarnya. Berdasarkan analisis awal, gambar tersebut merupakan hasil manipulasi digital yang dibuat untuk menyesatkan informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Polisi juga menduga penyebaran gambar tersebut merupakan bagian dari upaya pihak tertentu untuk menghambat proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Informasi yang tidak benar itu berpotensi mengaburkan fakta dan mempersulit upaya aparat dalam mengungkap pelaku sebenarnya.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada pertengahan Maret 2026 di Jakarta. Andrie Yunus yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tangan setelah diserang oleh orang tak dikenal menggunakan cairan keras. Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak serta mendorong aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian tengah mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian serta keterangan dari sejumlah saksi. Bukti-bukti tersebut dianalisis untuk membantu mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik serangan tersebut.
Di tengah proses pengusutan yang masih berjalan, kemunculan foto yang diklaim sebagai pelaku di media sosial dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut masih terus didalami. Selain mengejar pelaku utama, penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk mereka yang diduga menyebarkan informasi palsu di ruang digital.