Waspada Hoaks Tsunami akibat Erupsi Anak Krakatau, Berikut Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah informasi yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami di wilayah Selat Sunda. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan hasil pemantauan hingga Senin pagi, 7 September 2026, belum menunjukkan adanya tanda-tanda anomali permukaan laut yang mengarah pada terjadinya tsunami.

Menurut Andri, pemantauan kondisi laut di sekitar Selat Sunda dilakukan secara terus-menerus menggunakan 20 perangkat tide gauge milik BMKG serta radar maritim yang berada di kawasan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai instrumen tersebut, kondisi parameter oseanografi masih berada dalam keadaan normal dan belum menunjukkan indikasi ancaman tsunami.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap wilayah sekitar. Erupsi gunung tersebut memang menyebabkan sebaran abu vulkanik yang meluas ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra. Namun, kondisi tersebut tidak berarti terdapat ancaman tsunami yang sedang terjadi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun potensi tsunami hanya melalui sumber resmi pemerintah, khususnya BMKG dan lembaga terkait. Informasi yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan sebelum dilakukan verifikasi.

Dengan demikian, narasi yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini telah menyebabkan atau akan segera memicu tsunami di Selat Sunda tidak sesuai dengan hasil pemantauan BMKG. Hingga informasi tersebut disampaikan, tidak ditemukan anomali permukaan laut yang menjadi indikator terjadinya tsunami.

Link Counter:

https://www.metrotvnews.com/play/KvJCJzrL-waspada-hoaks-tsunami-imbas-erupsi-anak-krakatau-ini-penjelasan-bmkg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *